Konservatisme
Inti pemikiran:
Memelihara kondisi yang ada, mempertahankan kestabilan, baik berupa
kestabilan yang dinamis maupun kestabilan yang statis. Tidak jarang pula bahwa
pola pemikiran ini dilandasi oleh kenangan manis mengenai kondisi kini dan masa
lampau.
Filsafatnya: Bahwa perubahan tidak selalu berarti kemajuan.
Oleh karena itu, sebaiknya perubahan berlangsung tahap demi tahap, tanpa
menggoncang struktur sosial politik dalam negara atau masyarakat yang
bersangkutan.
Landasan pemikiran: Bahwa pada dasarnya manusia lemah dan
terdapat “evil instinct and desires” dalam dirinya. Oleh karena itu perlu
pola-pola pengendalian melalui peraturan yang ketat.
Sistem pemerintahan: demokrasi, otoriter.
Positif : Berkembang secara bertahap sesuai dengan kemampuan
suatu negara.
Negatif : Masyarakat di atur oleh aturan yang ketat sehingga
aspirasi mereka kurang di perhatikan
Anarkisme
Inti pemikiran: Menciptakan masyarakat tanpa hirarkis.
Landasan pemikiran: Ketiadaan aturan-aturan, adalah sebuah
format yang dapat diterapkan dalam sistem sosial dan dapat menciptakan
kebebasan individu dan kebersamaan sosial. Anarkis melihat bahwa tujuan akhir
dari kebebasan dan kebersamaan sebagai sebuah kerjasama yang saling membangun
antara satu dengan yang lainnya.
Sistem Pemerintahan : Sosialis tanpa pemerintahan
Positif: Tidak ada pengekangan, tidak ada perbedaan antara
pemimpin dan bawahan karena tidak adanya sistem pemerintahan yang mengatur.
Negatif: Metode gerakan dengan menggunakan aksi langsung
(perbuatan yang nyata) sebagai jalan yang ditempuh, yang berarti juga
melegalkan pengrusakan, kekerasan, maupun penyerangan. Selama hal tersebut
ditujukan untuk menyerang kapitalisme ataupun negara.
Komunisme
Inti pemikiran : Perjuangan kelas dan penghapusan
kelas-kelas di masyrakat.
Landasan Pemikiran :
a. Penolakan situasi dan kondisi masa lampau, baik secara
tegas maupun tidak.
b. Analisa yang cenderung negatif terhadap situasi dan
kondisi yang ada.
c. Berisi resep perbaikan untuk masa depan.
d. Rencana-rencana tindakan jangka pendek yang memungkinkan
terwujudnya tujuan-tujuan yang berbeda-beda.
Sistem pemerintahan : Otoriter/totaliter/diktator.
Positif : Tidak ada perbedaan antar golongan,ras,dsb.
Negatif : Kekerasan sebagai dasar pemikiran,kemauman
masyarakat tidak bisa di salurkan.
Marxisme
Inti pemikiran : Teori nilai tenaga kerja.
Filsafat : dialectical and historical materialism
Landasan pemikiran : Adanya ketidakadilan dan pemaksanan
terhadap kaum buruh (Protelar) yang dipaksa untuk bekeraja berjam-jam dengan
upah minimum dan hasil kerja mereka di nikamati oleh kaum kapitalis. Masalah
ini timbul karena adanya kepemilikan pribadi dan pengusaaan kekayaan yang di
dominasi oleh orang-orang kaya.
Sistem pemerintahan : -
Positif : Keadilan dalam kehidupan serta pemerataan terhadap
segala hal.
Negatif : Pemberontakan terhadap kaum kapitalis sehingga
negara sulit untuk berkembang.
Feminisme
Inti pemikiran : Emansipasi Wanita
Landasan Pemikiran : Bahwa wanita tidak hanya berkutat pada
urusan wanita saja melainkan juga dapat melakukan seperti apa yangsi lakukan
pria, wanita dapat melakukan apa saja.
Sistem pemerintahan : Demokrasi
Positif : Berkurangnya penindasan terhadap kaum perempuan
Negatif : Banyaknya perceraian dikarenakan kaum feminisme
tidak mau diatur oleh pria sebagai suami karena adanya pengekaan terhadap
mereka.
Fasisme
Inti pemikiran : Negara di perlukan untuk mengatur masyarakat.
Filsafat : Rakyat di perintah dengan cara-cara yang membuat
mereka takut dan dengan demikian patuh pada pemerintah, kemudian, pemerintah
mengatur segalanya mengenai apa yang di perlukan dan apa yang tidak di perlukan
oleh rakyat.
Landasan pemikiran : Suatu bangsa perlu mempunyai suatau
pemerintahan yang kuat dan berwibawa sepenuhnya atas berbagai kepentingan
rakyat dan dalam hubungan dengan bangsa-bangsa lain.
Sistem pemerintahan : Otoriter
Positif : Negara mengatur semuanya sehingga rakyat tidak perlu
susah untuk apapun.
Negatif : Rakyat harus patuh penuh terhadap pemerintah
sehingga aspirasi mereka tidak di perdulikan, kemudian demokrasi dan hak asasi
manusia di abaikan.
Demokrasi
Inti pemikiran : Kedaulatan di tangan rakyat.
Filsafat : menurut Dr. M. Kamil Lailah menetapkan tiga macam
justifikasi ilmiah dari prinsip demokrasi, yaitu:
a. Ditilik dari pangkal tolak dan perimbangan yang benar,
bahwa sistem ini dimaksudkan untuk kepentingan sosial dan bukan untuk
kepentingan individu.
b. Unjustifikasi berbagai macam teori yang bersebrangan
dengan prinsip demokrasi.
c. Opini Umum dan Pengaruhnya.
Landasan pemikiran : Rakyat membuat ketetapan hukum bagi
dirinya sendiri lewat dewan perwakilan, yang kemudian dilaksanakan oleh pihak
pemerintah atau eksekutif.
Sistem pemerintahan : Demokrasi
Positif : Rakyat menentukan kemana negara akan di bawa.
Negatif : Negara akan rancu karena banyak ide dan paham yang
muncul
Liberalisme
Inti pemikiran : Kebebasan individu
Landasan pemikiran : Bahwa manusia pada hakikatnya adalah
baik, tanpa harus adanya pola-pola peraturan yang ketat dan bersifat memaksa
terhadapnya.
Sistem pemerintahan : Demokrasi.
Positif : Kebebasan milik siapapun tanpa adanya aturan yang
mengikat.
Negatif : Tidak adanya aturan,tidak adanya kehidupan
bermasyarakat secara sosial.
Sosialisme
Inti pemikiran : Kolektifitas, kebersamaan, gotong royong.
Filsafat : Pemerataan dan kesederajatan bahwa pengaturan
agar setiap orang diperlakukan sama dan ada pemerataan dalam berbagai hal
(pemerataan kesempatan kerja, pemerataan kesempatan berusaha,dll).
Landasan pemikiran : Masyarakat dan pemerintahan adalah
suatu pola kehidupan bersama, karena manusia tidak dapat hidup sendiri dan
kehidupan manusia akan lebih baik jika ada kerja sama melalui fungsi yang
dilaksanakn oleh negara.
Sistem pemerinahan : Demokrasi, otoriter
Positif : Negara akan berkembang karena adanya kerja sama
dan saling mendukung antara satu dengan yang lain.
Negatif : Akan adanya kesalahpahaman karena ada sekelompok
golongan yang menganggap mereka adalah golongan yang kaya, rakus, dan tamak.